Internet dan Laptopisme

Internet dan Laptopisme

Bagi anda yang sudah tidak asing lagi dengan dunia maya mungkin anda masih ingat dengan berapa alamat e-mail yang pernah anda buat, berapa blog yang anda miliki, foto-foto yang diupload ke friendster, berapa jumlah milis dan newsgroup yang pernah atau sedang anda ikuti, maupun aktivitas lainnya yang bisa dilakukan di internet (browsing, hacking?!!!;….) walau Cuma sekedar ikut-ikutan atau memang mungkin anda memerlukannya.

Untuk anda yang aktif di milis, memiliki blog, account di friendster mungkin anda memerlukan lebih dari sekedar ikut-ikutan. Artinya, anda juga turut menggunakannya karena anda memang memerlukannya sebagai media untuk eksistensi-aktualisasi-ekspresi diri, berbagi informasi, mengikuti perkembangan terkini, maupun sekedar mengembangkan hobi menulis dan menuangkan pikiran ke dalam sebuah tulisan.

Perkembangan teknologi informasi dan komputer yang semakin berkembang saat ini menuntut penggunanya untuk memiliki mobilitas akses yang tak terbatas terhadap hal tersebut. Untuk itu, diperlukan suatu perangkat mobile yang mampu menangani semua keinginan itu.

Laptop. Kenapa harus laptop? Ya, karena gadget yang satu ini merupakan perangkat yang bisa melakukan semual hal itu dengan praktis. Untuk anda yang tidak memiliki koneksi internet di tempat aktivitas anda (sekolah, kampus, kantor) tentunya anda akan menggunakan warnet untuk mengakses internet.

Lain halnya bila anda memiliki sebuah laptop. Anda tidak perlu repot-repot mengantri dan berinternet ria di ruang sempit yang ada di warnet. Anda cukup jalan-jalan ke sebuah mall atau pusat perbelanjaan/bisnis yang memiliki fasilitas hot-spot. Nyalakan laptop dan buat koneksi ke Wireless LAN yang tersedia di tempat tersebut. Mudah bukan?

Kemajuan teknologi pun membuat kehidupan manusia semakin mudah dan praktis. Bila ditarik korelasi antara internet dan laptop maka akan tampak suatu hubungan yang saling berkaitan.

Internet kini telah menjadi media eksistensi-aktualisasi-ekspresi bagi sebagian orang. Maka tak heran apabila kini bermunculan situs-situs seperti itu. Lihat saja friendster, multiply, blogger, wordpress, dll, yang menawarkan berbagai fasilitas eksistensi-aktualisasi-ekspresi individu.

Namun, kendalanya adalah tidak semua orang mempunyai akses, waktu, dan biaya yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Oleh karena itu, solusinya adalah dengan menyediakan fasilitas Wireless LAN yang dipancarkan melalui titik-titik hot-spot dan untungnya beberapa penyedia layanan ini membebaskan penggunanya dari biaya akses.

Nah, karena boleh dibilang ‘masih gratis’ maka bagi pengguna internet yang menginginkan fasilitas tersebut harus memiliki laptop. Mahal memang, tetapi itulah harga yang harus dibayar untuk pemenuhan satu kebutuhan personal individu.

Namun bukan hanya itu saja faktor yang mendorong seseorang untuk memiliki laptop/notebook. Beberapa faktor lainnya yang perlu diperhatikan adalah, semakin terbukanya persaingan antar produsen notebook sehingga harga yang ditawarkan ke konsumen pun semakin bersaing. Belum lagi semakin maraknya penjualan laptop bekas yang didatangkan langsung dari negeri asalnya.

Lalu yang sepertinya masih jadi alasan utama untuk beralih dari PC desktop ke laptop adalah fungsi utamanya sebagai perangkat pendukung pekerjaan. Hal ini jelas tidak bisa dipungkiri. Karena bisa dibawa kemana-mana maka laptop menawarkan kemudahan untuk menyelesaikan pekerjaan. Sudah bisa dilihat di ruang perpustakaan skripsi yang penuh dengan mahasiswa yang mengetik dengan menggunakan laptop (bentuk plagiatisme modern….???).

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah, konsumsi daya listrik yang lebih rendah dibandingkan dengan PC Desktop. Dengan harga listrik yang termahal di Asean, pengguna komputer di Indonesia bisa lebih menghemat pengeluaran dengan menggunakan laptop yang memiliki konsumsi daya listrik yang lebih rendah.

Diluar itu semua, menurut penulis masih ada lagi faktor lainnya yang ikut mempengaruhi semakin begairahnya kembali pasar laptop/notebook di negeri ini yaitu suatu ungkapan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita lewat ucapan si pembawa acara yang wong ndeso dari Semarang (jangan bilang nggak tau!). Ya, kembali ke …… … … Anda pasti sudah tahu kelanjutannya.

Kehadiran laptop di media pun ikut menaikkan pamor laptop/sebagai pengganti PC desktop. Tidak hanya di acara itu saja. Lihat di beberapa acara infotainment yang memajang keanggunan sang presenter dibalut dengan kemewahan suatu brand laptop/notebook tertentu. Media elektronik terutama televisi telah menjadi medium yang efektif untuk branding sebuah produk laptop/notebook. Ingat teori jarum hipodermik? dengan begitu merk produk tersebut akan berada di top-of-mind khalayak pemirsa televisi.

Dari hasil pengamatan terbatas penulis, hanya dengan uang sejumlah 1,5-7 juta kita bisa memiliki sebuah laptop yang kemampuannya sudah lumayan untuk sekedar mengetik, nonton DVD, bahkan berselancar di internet. Bahkan di beberapa pameran yang telah penulis kunjungi, harga yang ditawarkan untuk sebuah produk baru sudah sebanding dengan manfaat apa yang bisa dapatkan. Contohnya, hampir setiap produk laptop terkini sudah menyertakan fasilitas Wi-Fi yang bisa digunakan untuk koneksi ke internet melalui hot-spot. Memasuki kuartal pertama tahun 2007 ini pabrikan produsen laptop semakin giat dalam melakukan promosi demi meningkatkan volume penjualan.

Namun begitu, terkadang jumlah tersebut belum termasuk lisensi sistem operasi. Sehingga, banyak produsen laptop yang mengindikasikan bahwa produk mereka hanya disertai DOS (disk operating system) tanpa dilengkapi dengan sistem operasi. Solusinya, banyak produsen yang kemudian menggunakan sistem operasi berbasis open-source seperti Linux. Dengan demikian, produsen tersebut tidak perlu repot-repot dengan lisensi sistem operasi.

Untuk anda yang tidak akrab dengan sistem operasi berbasis open-source, anda sudah pasti enggan dan sulit beradaptasi dengan kondisi seperti itu. Apalagi, harga yang dipatok oleh produsen notebook dengan lisensi sistem operasi Windows XP adalah berkisar antara Rp. 9-15 Juta dan untuk Windows Vista Rp.10-22 Juta. Cukup fantastis bukan! Kondisi seperti ini akan membuat software piracy semakin sulit untuk dihindari. Belum lagi program IGOS pemerintah yang masih kurang tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat luas.

Untuk mengakhiri tulisan ini, laptop dengan berbagai keunggulan dan kelebihannya memang menawarkan suatu solusi untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Semua kembali kepada kita sebagai calon pembeli, pengguna, maupun sekedar pengamat. Asalkan digunakan dengan bijak dan sesuai dengan fungsinya maka laptop akan membawa manfaat bagi kita entah dalam urusan pekerjaan ataupun hal lainnya.

Lewat tulisan ini penulis memberikan suatu wacana pemikiran yang hanya didukung pengamatan terbatas tentang fenomena yang nampak dewasa ini. Penulis mengajak kepada pembaca untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan wacana ini sehingga suatu saat kita tidak akan lagi kaget bila harus kembali ke laptop.

“Selamat menikmati bagi anda yang punya dan selamat bermimpi bagi anda yang berharap suatu saat akan memilikinya.”

Pharmindo-Cimahi, 11 March 2007, 18.00

*) Mahasiswa Ilmu Informasi & Perpustakaan UNPAD angkatan 2004. Penikmat, Pengguna dan Pengamat Komputer. Dinyatakan Lulus pada Maret 2008 dengan skripsi berjudul “Faktor-faktor Pendorong dalam Pemilihan Bacaan Komik”

Advertisements

1 Response to “Internet dan Laptopisme”


  1. 1 suryo56 August 12, 2008 at 12:19 am

    Setuju atas pendapat dalam tulisan anda. Mari kita kembangkan diri kita dengan sentuhan teknologi beserta aspeknya, yang akan meningkatkan perkembangan yang lain. Namun jangan lupa perkembangan moral positif perlu juga diperhatikan. Terima kasih. (suryo56.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: