Bonus Pulsa dari Pengguna

Pengunjung perpustakaan yang satu ini sopan sekali. Saya sangat jarang bertemu dengan orang seperti dia. Tiap kali berkunjung selalu mengucap salam kemudian menghampiri saya sambil mengulurkan kedua tangan sambil agak membungkukkan badan. Begitu juga kalau ia bertemu dengan orang lain yang ada di perpustakaan. Sikapnya sama. Sikapnya itu tidak beda ketika ia berjumpa dengan office boy kantor yang biasa nongkrong di garasi. Pak Adang, salah seorang OB di sini, sampai heran.

“Kagum saya mah sama orang kayak gitu. Saha eta teh cep?”

Ia perempuan. Usianya sekitar awal 40 an. Ia pengajar di salah satu kampus di Bandung yg sedang menempuh studi Strata 3 di Unpad. Ia tengah mencari literatur untuk mengerjakan disertasinya. Umumnya buku-buku yang ia cari itu tentang ekonomi, pertanian, modal sosial. Kebetulan beberapa literatur itu tersedia di perpustakaan Akatiga. Sudah lebih dari dua kali ia bolak-balik ke perpustakaan untuk mencari literatur-literatur ini. Setiap kali diminta dosennya untuk mencari literatur, ia menanyakan ke saya tentang buku tersebut.

Dengan berbagai cara, saya selalu berusaha membantu setiap orang yang mencari buku-buku di sini. Jika orang yang datang itu belum tau apa yang dicarinya, biasanya saya tanya penelitiannya tentang apa. Lalu saya merekomendasikan buku-buku yang lazim dipakai dalam penelitian itu. Penelusuran buku, pasti saya bantu. Kadang, jika buku tertentu tidak ada di sini, saya carikan juga di beberapa perpustakaan yang sudah berjaringan dengan perpustakaan Akatiga. Kalau ada, saya kabarkan buku itu pada si pencari. Sesekali, kalau si pencari tidak bisa mengunjungi langsung perpustakaan tersebut, saya pesankan fotokopi buku tersebut ke perpustakaan itu. Selain itu, saya carikan juga buku-buku itu di beberapa toko buku online langganan saya; lalu saya kabarkan ada dan tiadanya. Jika tidak ada di perpustakaan-perpustakaan jaringan dan tidak ada pula di toko2 buku tadi, saya carikan buku elektroniknya. Sekalian saya berikan secara cuma-cuma buku-buku  dan artikel jurnal yang sekira cocok dengan penelitian yg sedang digarap oleh pengguna itu. Saya pikir, sebagai pustakawan,  saya tidak bisa selalu  memberi apa yg diperlukan oleh pengguna. Tapi saya selalu berusaha memberi jalan untuk bagaimana menemukan literatur itu. Pustakawan, menurut saya, harus menjadi bagian dari solusi bagi setiap orang yang datang ke perpustakaan; sekecil apapun solusi itu.

Hal-hal itu pula kurang lebih yang saya lakukan pada si Ibu yang sopan tadi. Dan, entahlah, mungkin ibu itu merasa saya sangat membantunya sehingga berkali-kali ia mengucapkan terima kasih dan maaf. Terima kasih karena sudah membantunya, mohon maaf karena sudah merepotkan saya. Ya, dia selalu merasa merepotkan saya. Padalah bagi saya biasa saja. Karena itu memang pekerjaan saya. Saya digaji untuk melakukan itu. Tapi, sepertinya ucapan terima kasih dan maaf itu tidak cukup menurut ibu itu. Sekali waktu, ia pernah memberikan uang kembalian fotokopi buku senilai beberapa puluh ribu rupiah. Saya menolak. Tapi dia langsung pergi. Kali lain, ia mau memberi uang lagi. Tapi ketika ia masih membuka-buka dompetnya, saya bilang, “Pake uang pas ya bu..” Dia pun memberi uang pas lalu pergi. Beberapa menit kemudian masuk kiriman pulsa beberapa puluh ribu ke hp saya.Disusul sms dari ibu tadi. Dia mengucapkan terima kasih, mohon maaf, juga mohon agar pulsa yg barusan dia kirim  itu saya terima. Saya tidak berkutik. Tidak etis juga kayaknya kalau saya kirim balik pulsa itu.

Ini bukan soal nilai uang atau pulsa yang diberikan pengguna itu. Dalam soal harta, saya sudah berkecukupan. Hal lebih penting yang saya dapat dari pengalaman ini mengingatkan kembali bahwa pekerjaan pustakawan bukan pekerjaan cetek. Ia seperti pekerjaan lain; dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya. Dulu, di jaman kuliah, hal seperti ini hanya sebatas jargon. Tapi sekarang itu kita alami sendiri.

Salah satu bagian yang saya senangi dalam pekerjaan ini adalah pertemuan-pertemuan dengan para pembelajar seperti ibu itu. Orang-orang yang gigih menuntut ilmu. Saya betah menemani pengunjung-pengunjung perpustakaan hingga berjam-jam. Kami ngobrol soal penelitian yang sedang dia garap. Juga bicara tentang isu-isu lain seputar penelitian itu. Di sini saya juga jadi belajar banyak. Mendapat banyak pengetahuan, juga semangat belajar. Keakraban pun terbentuk antara saya dengan banyak pengguna perpustakaan. Saya tidak ragu untuk mempersilakan mereka menggunakan komputer kerja saya. Kalau mereka perlu e-book, kadang saya biarkan dia cari dan ambil sendiri di komputer saya. Sesukanya. Seorang abang-abang pengguna perpustakaan yang lagi sekolah di Malaysia sangat senang ketika ia mengopi ratusan buku dan artikel jurnal di komputer saya. Ia terkagum-kagum dengan koleksi e-book saya. Ada Marx, Castells, Lefebvre, Giddens, Bourdieu, dan banyak lagi. Dia tidak tahu, bahwa saya sebetulnya tidak tahu buku-buku itu isinya apa.

Dago, 2 April 2012
-Acep

* dikutip dari e-mail seorang sahabat di milis angkatan. Diterbitkan disini guna memenuhi kebutuhan untuk saling mengingatkan.

Advertisements

0 Responses to “Bonus Pulsa dari Pengguna”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: